Lembaga Pendidikan Tingkat Madrasah Tsanawiyah
082371778343

Rapat Koordinasi MTs Mathla’ul Anwar Landbaw: Mesin Penjaminan Mutu di Era Kurikulum Merdeka

Ngomongin mutu pendidikan di zaman sekarang itu gak bisa untung-untungan. Semuanya kudu disetel, diukur, terus dipoles lagi. Vibe kayak gini kerasa banget di Rapat Koordinasi MTs Mathla’ul Anwar Landbaw pada Kamis, 4 September 2025. Ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, tapi lebih mirip "ruang mesin" buat ngeracik strategi semester ganjil.

Kepala Madrasah, Bapak Paimin, S.Pd.I., langsung nancep pas buka acara. Beliau negasin kalo kerja bareng itu bahan bakar utama buat mempertahankan Akreditasi A yg udah diraih. Bahkan, bukan cuma bertahan, tapi buat ngerek standarnya lebih tinggi lagi. Pesannya jelas, gak pake gaje.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak Irvan Haq Dzul Karoma, S.Pd., lalu memecah visi itu menjadi empat pilar kerja yang terasa sangat membumi—dan bisa dieksekusi.

1) Analisis Retrospektif KBM Juli–Agustus
Jujur saja: data tidak bisa dibantah. Analisis dua bulan awal semester menelisik efektivitas metode ajar, capaian kompetensi, juga kendala yang sering “baru kelihatan kalau angka bicara”. Dari sini lahir intervensi pedagogis yang lebih tajam. Tidak semua temuannya manis—dan itu, ya, wajar.

2) Finalisasi Perangkat & Administrasi Ajar (RPP/Modul Ajar)
Banyak yang menyebut ini urusan kertas. Sebenarnya bukan. RPP, modul ajar, dan instrumen asesmen adalah kompas. Tanpanya, pembelajaran mudah tersesat dari tujuan Kurikulum Merdeka. Dengan perangkat lengkap, alur belajar jadi logis, terukur, akuntabel. Ringkasnya: dokumen rapi = kelas lebih tenang.

3) Sosialisasi Supervisi KBM: Bimbingan, Bukan Sidang
Supervisi KBM diposisikan sebagai pembinaan profesional. Ada observasi, ada percakapan pasca-pembelajaran, ada umpan balik yang spesifik—bukan sekadar “bagus/tingkatkan”. Kultur belajar guru tumbuh dari siklus ini. Kadang menegangkan di awal, tetapi hasilnya konsisten: peningkatan instruksional nyata.

4) Panitia STS & SAS: Evaluasi Disiapkan Sejak Dini
Manajemen evaluasi yang kuat tidak lahir mendadak. Pembentukan panitia Sumatif Tengah Semester (STS) dan Sumatif Akhir Semester (SAS) sejak awal memastikan proses asesmen objektif, transparan, tertib. Nilai menjadi valid, prosesnya dipercaya. Dua-duanya penting.

Rapat Koordinasi MTs Mathla’ul Anwar Landbaw | Penjaminan Mutu di Era Kurikulum Merdeka

Ditarik ke payung besar, keempat pilar ini adalah wujud operasional Kurikulum Merdeka: struktur mutu yang kokoh—evaluasi berbasis data, perangkat ajar yang lengkap, supervisi KBM yang mendidik, serta tata kelola asesmen sumatif—sekaligus ruang otonomi bagi guru untuk berinovasi dan menaruh siswa di pusatnya. Struktur tanpa kebebasan membuat beku; kebebasan tanpa struktur membuat bising. Kuncinya ada pada keseimbangan.

Pada akhirnya, Rapat Koordinasi ini layak dibaca sebagai studi kasus kecil tentang cara membangun madrasah unggulan: memperhatikan detail, merawat perbaikan berkelanjutan, dan memahami bahwa prestasi siswa lahir dari sistem yang dirancang cermat—lalu dijalankan konsisten. Tidak glamor, tapi efektif. Dan itu yang kita butuhkan.